Dusun Gowok, Desa Polengan – Sektor pertanian bukan sekadar tentang mengolah lahan, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya. Di Dusun Gowok, Desa Polengan, sebuah inisiatif bernama Bolo Tani telah menjadi wadah bagi warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, untuk berkontribusi aktif dalam dunia pertanian melalui program pembibitan tanaman.
Bolo Tani hadir sebagai pusat penyedia kebutuhan pertanian sekaligus pusat edukasi bagi masyarakat. Zaenal Arifin, Kepala Wilayah Dusun Gowok, menjelaskan bahwa salah satu program utama mereka adalah pemberdayaan perempuan dalam proses pembibitan.
"Kita melakukan program pemberdayaan perempuan, yaitu tentang pembibitan. Kami melibatkan ibu-ibu rumah tangga untuk terjun langsung dalam proses pembibitan tanaman," ujar Zaenal.
Di balik layar greenhouse bambu yang teduh, ibu-ibu dari Dusun Gowok dengan cekatan menyiapkan media tanam dan menyemai bibit. Mereka tidak hanya belajar teknis pertanian, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari kegiatan produktif ini.

Usaha Bolo Tani menyediakan berbagai kebutuhan pokok untuk mendukung pertanian di wilayah tersebut, di antaranya:
Bibit Berkualitas: Termasuk bibit cabai yang menjadi komoditas utama.
Sayuran: Pembibitan tanaman sayuran seperti lobak dan cesin.
Sarana Produksi Pertanian (Saprodi): Menyediakan obat-obatan pertanian, pupuk, serta lanjaran (ajir) untuk menunjang produktivitas petani lokal.
Salah satu hal menarik dari model pemberdayaan di Bolo Tani adalah pola kerjanya. Zaenal menjelaskan bahwa sistem kerja bagi para ibu di sini tidak bersifat harian yang mengikat, melainkan berdasarkan jumlah pekerjaan atau yang sering disebut sebagai sistem "ngepeli" (borongan sesuai jumlah yang dikerjakan).
"Sifat kerjanya tidak harian, tapi menurut jumlah yang mereka kerjakan. Ini memberikan fleksibilitas bagi ibu-ibu rumah tangga agar tetap bisa produktif tanpa meninggalkan tanggung jawab utama mereka di rumah," jelasnya.
Melalui Bolo Tani, diharapkan tercipta ketahanan pangan yang dimulai dari skala dusun. Dukungan terhadap bibit yang unggul dan pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran menjadi kunci keberhasilan pertanian di Desa Polengan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang baik, sektor pertanian bisa menjadi sektor yang inklusif, melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan ekonomi keluarga.