IMG-LOGO
PERTANIAN

Mengenal Teknik Penanaman Jagung Hibrida: Praktik Pertanian di Desa Polengan

Create By Dhita Resti Ameylia 18 July 2026 8 Views
IMG

Ketahanan pangan menjadi fokus utama bagi banyak sektor, termasuk di tingkat desa. Di Desa Polengan, upaya untuk menjaga stabilitas pangan salah satunya diwujudkan melalui penanaman jagung. Pak Khudori, seorang perangkat desa setempat, membagikan wawasan mengenai teknik penanaman jagung hibrida yang diterapkan di wilayahnya.

Pemilihan Benih dan Jarak Tanam Jenis jagung yang dipilih untuk dibudidayakan adalah varietas hibrida Advanta. Dalam proses penanamannya, ketepatan jarak tanam menjadi kunci utama pertumbuhan yang optimal. Pak Khudori menjelaskan bahwa jarak tanam yang digunakan di Desa Polengan adalah 70 cm untuk barisan dan 15 cm antar benih.

Proses Tanam dan Perawatan Berbeda dengan beberapa teknik pertanian yang membutuhkan persemaian terlebih dahulu, jagung di sini langsung ditanam ke tanah (benih langsung). Proses pemupukan dilakukan selang 15 hari setelah tanam menggunakan campuran pupuk kimia, diikuti dengan penggunaan pupuk organik seperti Poska dan Urea.

Selain pemupukan, perawatan tanaman juga mencakup:

  • Pengendalian Hama: Dilakukan penyemprotan insektisida khusus untuk membasmi ulat.

  • Pemberian Nutrisi: Penggunaan pupuk DAP sebagai perangsang pertumbuhan.

  • Pemeliharaan: Pembersihan lahan dan penutupan benih dengan tanah agar proses tumbuh lebih maksimal.

Harapan untuk Ketahanan Pangan Masa panen jagung hibrida ini umumnya mencapai 4 bulan setelah masa tanam. Inisiatif penanaman jagung ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap program pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan petani, diharapkan ketersediaan pangan bagi masyarakat dapat terus terjaga.

Praktik pertanian di Desa Polengan ini menjadi inspirasi bagaimana teknik yang tepat dan ketekunan petani dapat menjadi pilar penting dalam menjaga kemandirian pangan di tingkat lokal hingga nasional.

ARTIKEL -DICKY