DESA POLENGAN - Program pemberdayaan masyarakat di tingkat desa terus menunjukkan inovasi yang positif, salah satunya melalui inisiatif pembentukan Sekolah Lansia. Program ini dirancang khusus untuk memberikan ruang bagi warga lanjut usia (lansia) agar tetap aktif, produktif, dan terhubung dengan lingkungan sosial mereka.
Berdasarkan penuturan perwakilan desa dalam video tersebut, berikut adalah poin-poin utama mengenai pelaksanaan program Sekolah Lansia:
1. Tujuan Utama: Meningkatkan Partisipasi Sosial dan Keagamaan Tujuan utama didirikannya Sekolah Lansia ini adalah untuk mendorong eksistensi dan partisipasi aktif para lansia di desa tersebut. Melalui program ini, para lansia difasilitasi dan dimotivasi untuk terus mengambil peran dalam berbagai kegiatan keagamaan serta kemasyarakatan. Hal ini diharapkan dapat menjaga kesehatan mental dan interaksi sosial mereka di usia senja.
2. Didukung Penuh oleh Dana Desa Keberlangsungan program ini tidak lepas dari dukungan finansial pemerintah desa. Sekolah Lansia ini dibiayai sepenuhnya menggunakan Dana Desa. Narasumber menyebutkan bahwa program ini sudah berjalan selama dua tahun berturut-turut, dengan alokasi dana yang disiapkan dari anggaran tahun 2025 dan 2026.
3. Jadwal Pelaksanaan Rutin Untuk menyesuaikan dengan kondisi fisik dan waktu para lansia, kegiatan ini tidak dilakukan setiap hari. Sekolah Lansia diadakan secara rutin satu bulan sekali, yang jadwal pelaksanaannya ditetapkan pada hari Jumat Legi (berdasarkan penanggalan kalender Jawa). Pemilihan hari tertentu yang sudah menjadi tradisi lokal ini juga memudahkan para lansia untuk mengingat jadwal pertemuan mereka.
Secara keseluruhan, inisiatif Sekolah Lansia ini merupakan contoh nyata bagaimana Dana Desa dapat dialokasikan untuk program inklusif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan dan keaktifan warga lanjut usia.