Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa kini menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional. Salah satu contoh inspiratif datang dari Desa Polengan, yang berhasil mengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) "Amrih Mulyo" melalui sektor perikanan, khususnya budidaya lele. Keberhasilan ini menarik perhatian rombongan perangkat desa se-Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, yang baru-baru ini melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Studi Tiru ke Desa Polengan.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari secara mendalam bagaimana BUMDes Amrih Mulyo mengintegrasikan dukungan Dana Desa dengan pengelolaan operasional yang profesional. Dalam diskusi yang berlangsung di lapangan, Ketua BUMDes Amrih Mulyo, Riyadi, menekankan pentingnya manajemen yang terukur dalam keberlangsungan usaha.
Salah satu fokus utama dalam studi tiru ini adalah pengelolaan kolam lele. Riyadi menjelaskan bahwa kunci keberhasilan budidaya tidak hanya terletak pada teknis pemeliharaan ikan, tetapi juga pada manajemen ekosistem kolam dan ketersediaan pakan. Mengingat tantangan perubahan iklim yang berpengaruh pada ketersediaan air, BUMDes berperan krusial dalam menyediakan infrastruktur dan solusi bagi peternak lele di desa.
BUMDes Amrih Mulyo mengadopsi model pemberdayaan yang komprehensif, meliputi:
Pendampingan Ahli: Melibatkan tenaga ahli untuk memastikan praktik budidaya sesuai dengan standar yang tepat.
Motivasi dan Pelatihan: Memberikan pembekalan bagi warga agar memiliki kecakapan dalam mengelola budidaya.
Dukungan Dana Desa: Menggunakan dana desa untuk memperkuat permodalan dan sarana produksi (saprodi).
Menurut Riyadi, peran desa adalah sebagai fasilitator yang memberikan suplemen berupa bantuan sarana dan prasarana. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk fokus pada pengembangan budidaya tanpa terkendala modal awal yang besar.
Kegiatan studi tiru ini menjadi ajang berbagi ilmu dan pengalaman yang berharga bagi perwakilan desa di Kecamatan Limpung. Diharapkan, ilmu yang didapatkan mengenai pengelolaan budidaya lele dan strategi BUMDes dapat diimplementasikan sesuai dengan potensi lokal masing-masing desa di Kabupaten Batang. Dengan semangat "Dari desa, oleh desa, untuk kemajuan bersama," kemandirian ekonomi desa bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah realitas yang dapat diwujudkan melalui manajemen yang tepat dan kerja sama yang solid.
ARTIKEL - DICKY